Teknik Wisata Keluarga dalam Hari Lebaran

posted on 17 Sep 2015 16:18 by pakargayahidupweb
Selain bersilaturahmi dengan tetangga, kerabat dan saudara tolan, momen ldulfitri juga dimanfaatkan guna berwisata bersama rombongan. Maklum, kapan lagi bisa kumpul syahda. Mumpung liburan kelepasan lebaran yang semua panjang, maka tidak sedikit yang memboyong sanak besarnya ke tempat-tempat wisata terdekat dalam kotanya. Namun sensasi lebaran sangat berbeda dengan hari biasa karena membuat tempat-tempat tersebut menjadi rapat.

Untuk mengantisipasi masalah yang tidak diinginkan, kalian perlu memperhatikan kumpulan artikel kaum hal ketika berwisata bersama keluarga. Renggangan lain:



1. Mengangkat makanan sendiri. Lebih baik kita merias bekal makanan atas rumah. Kita tidak bisa membeli persembahan secara leluasa dalam tempat wisata. Pada suasana lebaran, susah untuk mendapatkankan makanan. Pertama, kita pantas antri lama adapun perut sudah kelaparan. Kedua, harga santapan naik menjadi penuh, jauh lebih tinggi dari harga umumnya. Ketiga, jumlah target dan pedagangnya sangat terbatas. Dan keempat, makanan tersebut tak bisa dijamin higienis. jadi, untuk amannya, kita membawa santapan sendiri.

2. Menjinjing tikar dan kelengkapan piknik. Di daerah wisata tidak penuh tempat yang bisa membuat orang duduk-duduk istirahat sekeluarga. Total tempat yang bisa diduduki atau pangkat taman sangat terbatas, padahal kita tak mungkin jalan suku terus. Memang terdapat yang menyewakan tikar, tapi tarifnya lumayan. Kalau bisa rasio uang mengapa bukan? Apalagi tikar-tikar dengan disewakan dalam bentuk kurang baik serta kotor. Kita bisa bercengkerama dan menyukai bekal makanan pada atas tikar secara dibawa dari rumah.

3. Awasi anak-anak. Orang tua seringkali malas untuk menjaga anak-anaknya karena asyik tahu obyek wisata. sedangkan pengunjung begitu jumlah, anak-anak dengan gampang dapat tersesat dan hilang di antara sidang. Awasi anak-anak secara baik, jangan hingga lepas dari wawasan. Ada baiknya jika mereka dilatih untuk menghafal nama orang tua, bersama-sama alamat tempat tinggal. Bahwa terjadi sesuatu, mereka bisa mengatakan lawan petugas yang mewujudkan agar menghubungi kedua orangtua.

4. Sadar kebersihan. Ini salah satu hal yang amat memprihatinkan. Banyak orang secara dengan seenaknya mencoret sampah sembarangan. Mereka malas mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke tong sampah yang tersebar di seluruh tempat wisata. Perilaku itu menggambarkan kepribadian manusia yang tidak bertanggung jawab. Biasakan berdisiplin membuang kotor ke tempatnya, kalian harus memilihara mayapada alam dengan elok.

5. Gunakan medium yang fleksibel. Siap beberapa tempat wisata yang lebih mudah menggunakan kereta, terdapat juga yang beserta bus way, terselip juga yang dengan angkutan biasa. Pilihlah yang paling lentur ke tempat mereka agar tidak terjeblos dalam arus lalu lintas yang berkepanjangan. Lamun memang hendak memakai kendaraan pribadi, carilah jalan alternatif secara lebih menyenangkan.

6. Sesuaikan dengan taksiran yang ada. jika budget pas-pasan, jangan berwisata ke tempat-tempat yang mahal. Cari saja lokasi wisata yang murah mulia. Yang penting adalah kegembiraan bersama sanak. Wisata murah yang mengandung unsur latihan untuk anak-anak lebih baik. Misalnya TMII atau kebun binatang Ragunan.

Comment

Comment:

Tweet