Trik Wisata Keluarga pada Hari Lebaran

posted on 17 Sep 2015 16:31 by pakargayahidupweb
Selain bersilaturahmi dengan tetangga, kerabat dan saudara tolan, momen ldulfitri juga dimanfaatkan guna berwisata bersama titisan. Maklum, kapan sedang bisa kumpul bersebelahan. Mumpung liburan liburan lebaran yang semua panjang, maka besar yang memboyong keluarga besarnya ke tempat-tempat wisata terdekat di kotanya. Namun situasi lebaran sangat bertentangan dengan hari gaib karena membuat tempat-tempat tersebut menjadi penuh sesak.



Untuk mengantisipasi laksana yang tidak diinginkan, member perlu memperhatikan tempat wisata kaum hal ketika berpelesir bersama keluarga. Antara lain:

1. Menjinjing makanan sendiri. Lebih baik kita menyiapkan bekal makanan daripada rumah. Kita tidak bisa membeli persembahan secara leluasa di tempat wisata. Pada suasana lebaran, selit-belit untuk mendapatkankan target. Pertama, kita harus antri lama namun perut sudah kelaparan. Kedua, harga makanan naik menjadi lotak, jauh lebih mahal dari harga biasanya. Ketiga, jumlah santapan dan pedagangnya sangat terbatas. Dan keempat, makanan tersebut tidak bisa dijamin higienis. jadi, untuk amannya, kita membawa santapan sendiri.

2. Mengangkat tikar dan logistik piknik. Di kawasan wisata tidak tidak sedikit tempat yang siap membuat orang duduk-duduk istirahat sekeluarga. Nominal tempat yang bisa diduduki atau pangkat taman sangat terbatas, padahal kita tak mungkin jalan penumpu terus. Memang ada yang menyewakan tikar, tapi tarifnya sepadan. Kalau bisa putusan uang mengapa bukan? Apalagi tikar-tikar yang disewakan dalam stan kurang baik serta kotor. Kita siap bercengkerama dan mereguk bekal makanan pada atas tikar secara dibawa dari wisma.

3. Awasi anak-anak. Orang tua seringkali taksir untuk menjaga anak-anaknya karena asyik melihat obyek wisata. sementara itu pengunjung begitu besar, anak-anak dengan mudah dapat tersesat & hilang di antara rombongan. Awasi anak-anak beserta baik, jangan cukup lepas dari ajaran. Ada baiknya jika itu dilatih untuk menghafal nama orang tua, bersama-sama alamat tempat tinggal. Bila terjadi sesuatu, itu bisa mengatakan menurut petugas yang memperoleh agar menghubungi ke-2 orangtua.

4. Jaga kebersihan. Ini salah satu hal yang menyimpangkan memprihatinkan. Banyak orang secara dengan seenaknya mendepak sampah sembarangan. Tersebut malas mengumpulkan kotoran dan memasukkannya ke tong sampah secara tersebar di seluruh tempat wisata. Perilaku berikut menggambarkan kepribadian manusia yang tidak bertanggung jawab. Biasakan berdisiplin membuang kotor ke tempatnya, kita harus memilihara daerah sekeliling alam dengan cantik.

5. Gunakan perantara yang fleksibel. Ada beberapa tempat wisata yang lebih gampang menggunakan kereta, ada juga yang secara bus way, terdapat juga yang dgn angkutan biasa. Pilihlah yang paling keras ke tempat mereka agar tidak terpenjara dalam arus lalu lintas yang berkepanjangan. Jika memang hendak menggunakan kendaraan pribadi, carilah jalan alternatif dengan lebih menyenangkan.

6. Sesuaikan dengan taksiran yang ada. kalau budget pas-pasan, non berwisata ke tempat-tempat yang mahal. Cari saja lokasi wisata yang murah hidup. Yang penting merupakan kegembiraan bersama ras. Wisata murah yang mengandung unsur tuntunan untuk anak-anak lebih baik. Misalnya TMII atau kebun binatang Ragunan.

Comment

Comment:

Tweet